Kunang yan hana Sang Sidanta minum ikan tan yogia inumanira, yan maka nimita tan wruhnira yan camah, maka wasana wruh sira yan campur, iwekasan maprayascita ta sira, manadaha prayascita ring swaguru. Kunang yan alemah aprayascitaha, panten sira yan mangkana.
Kunang yan maka nimitang moha mana mada, denira mangan camah tan sangkè tan wruhnira, panten ika tan wenang tinggalana de Sang Wiku, nguni-yunin sambasanan de sang samesamandira, matanginan prayatna ta Sang Wiku ri karaksan Sang Sidantasasana, maran ateguh ikang kasatiabrata, umantuk sirêng paramapada yan apageh ing krama, tretiya Sanghiang Yamabrata.
Sina jihwa siwadwara, stri cutêh sudra walakêh, sawa mawitane baksancê, sawa sangsparsanan bawêt.

Apabila Sang Sidanta meminum minuman yang sebenarnya tidak layak diminum, dan hal itu terjadi karena ketidaktahuannya bahwa minuman tersebut tercemar, lalu kemudian ia menyadari bahwa minuman itu telah tercampur dan tidak suci, maka pada akhirnya ia wajib melakukan prayascitta (penebusan kesalahan), dengan mempersembahkan penebusan itu kepada gurunya. Namun apabila ia dengan sengaja meremehkan kewajiban melakukan prayascitta, maka perbuatannya itu tergolong pelanggaran.
Demikian pula apabila karena dorongan kebingungan batin, kesombongan, atau kemabukan diri (moha, mana, mada), seseorang memakan makanan yang kotor atau tercemar tanpa mengetahui sebelumnya, maka kesalahan itu tidak boleh diabaikan oleh Sang Wiku, melainkan harus diberi teguran dan peringatan oleh sesama anggota pertapaan. Oleh sebab itu Sang Wiku hendaknya bersungguh-sungguh menjaga dan menegakkan ajaran Sidantasasana, agar laku kesetiaan pada brata tetap teguh dan pada akhirnya ia dapat kembali menuju alam tertinggi (paramapada) dengan berpegang teguh pada tatanan dan disiplin hidup. Inilah yang disebut Yamabrata yang ketiga.
Yang termasuk hal-hal yang mencemari adalah sentuhan lidah, pintu-pintu kesucian tubuh, perempuan, golongan sudra, bangkai, makanan yang berasal dari bangkai, serta sentuhan terhadap bangkai; semua itu harus dihindari dengan sungguh-sungguh.
