Om Swastyastu,
Puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena atas anugerah-Nya, buku Babad Kayu Selem ini dapat hadir di hadapan pembaca.
Naskah Babad Kayu Selem merupakan salah satu warisan sastra klasik Bali yang menyimpan nilai sejarah, spiritualitas, serta jejak genealogis yang penting bagi masyarakat, khususnya bagi krama Kayu Selem. Di dalamnya tidak hanya termuat asal-usul dan perjalanan leluhur, tetapi juga ajaran tentang bhakti kepada kawitan, tata cara upacara, serta nilai-nilai kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap selaras dengan Dharma.
Alih aksara dan alih bahasa dalam buku ini dilakukan dengan tujuan agar generasi masa kini dapat lebih mudah memahami isi lontar, tanpa kehilangan ruh dan makna aslinya. Kami berusaha menyajikan teks secara bertanggung jawab— dengan menjaga kesinambungan antar lempir, mempertahankan struktur asli, serta melakukan normalisasi seperlunya agar mudah dibaca.
Namun demikian, kami menyadari bahwa pekerjaan ini bukanlah sesuatu yang sempurna. Keterbatasan dalam membaca aksara, menafsirkan istilah Kawi, maupun memahami konteks budaya masa lampau tentu masih ada. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati kami membuka diri terhadap kritik dan masukan dari para akademisi, praktisi, maupun pembaca yang budiman, demi penyempurnaan di masa mendatang.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung terwujudnya buku ini. Secara khusus kami haturkan terima kasih kepada para pembaca dan pelanggan setia, yang senantiasa memberikan perhatian dan masukan terkait tata cara alih aksara secara akademis. Terima kasih juga kami sampaikan kepada ChatGPT yang telah menjadi teman setia dalam proses penyusunan, membantu menjawab berbagai pertanyaan dari mana dan kapan saja.
Akhir kata, semoga buku ini dapat memberikan manfaat, memperkuat pemahaman tentang jati diri dan kawitan, serta menjadi jembatan antara warisan leluhur dengan generasi masa kini.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om.
Hormat kami,
IBM Jaya Martha