13.a. Rambu Bhisama Para Putra
Putu Lor, Putu Wetthan, mwang Putu Kidul, aja ngalapaken rabi ring putranya sang patang diri. Mwang harep sinembah tan wenang. Yan kita Putu Sangsi mwang Putu Bindu, wenang angaturaken sembah, mwah angaturaken putri, muwah anuhun pada wenang. Nihan donya Putu Sangsi muwang Putu Bindu, saprti santananta tan wenang ngalap sakula wangsa nira sang catur diri, apan ibunta maha wongan Pangheran Mas. Mangkana ingetekana awakta bapa. Wekas yan hana miwal bhisamaninghulun: agung papanya, magawe sanghar ing rat, surud kasiddhyan, surud kawangsan.” Mangkana bhasama Dhanghyang Dwijendra.
Lumbrah pwa sang panghita mating Gelgel yan hana wiku sakti kadi Loh ngawe, matangyan sira potusan Kiyai Panulisan Dawuh Baleagung anuhur sang Rsi. Tan kacarita ring awan anglinggihi kuda putih, awaju putih, sok wajanya mahireng. Saprapta nireng Mas tumuli turun sira sakeng undakan.

“Adapun Ida Putu Lor, Ida Putu Wetthan, dan Ida Putu Kidul, keturunannya tidak boleh saling mengambil istri dari garis keturunan empat putra itu. Demikian pula kalian tidak boleh menerima sembah dari keturunan mereka.
Sedangkan kalian, Putu Sangsi dan Putu Bindu, boleh menghaturkan sembah, boleh memberikan putri, dan boleh berguru kepada mereka. Itulah sebabnya keturunan Putu Sangsi dan Putu Bindu tidak boleh memperistri keturunan brahmana dari empat putra tersebut, karena ibu kalian adalah pelayan dari Pangeran Mas.
Demikianlah yang harus kalian ingat selalu, wahai anak-anakku. Jika ada yang melanggar bhisama (ketetapan suci) ini, akan tertimpa nestapa besar; negara akan rusak, kewibawaannya merosot, dan kemuliaan wangsa akan turun.”
Demikian sabda Danghyang Dwijendra.
Kabar tentang Sang Pendeta akhirnya sampai ke pusat kerajaan di Gelgel, bahwa ada seorang pendeta yang kesaktiannya bagaikan Pendeta Lohgawe. Karena itu, Sang Raja mengutus Kiyai Panulisan Dawuh Baleagung untuk menjemput Sang Pendeta.
Tidak diceritakan perjalanan sang utusan yang mengendarai kuda putih, berpakaian putih, dengan gigi yang hitam. Sesampainya di Desa Mas, ia segera turun dari kendaraannya…
