KAWI SASTRA MANDALAPUSTAKA DIGITAL · ALIH BAHASAKoleksi Alih Bahasa ↗
BAGIAN 30 / 104 · ± 1 MENIT BACA

15.a. Eling ring Aji Aswasiksisā

15.a. Eling ring Aji Aswasiksisā

Jala, agelis sawateking tuha rawa singhra pinasang pwekang jaring lawan jala. Akeh tang iwakalapa mwang salwining tuha bhiru akeh molih buron, apan inggawe prapta de sang Dwija. Suka pwa Dalem, kapwa mantuk mareng pasanggrahan, sang Dwija mwah ring sthana nira nguni, ri parhyanganira Empu Kutiran. Tan ucapan ring ratri, ring enjangnya mantuk pwa Dalem mating Gelgel. Sang para punggawa mwang tanda mantri kabeh, kapwa umiring ring yyuntat sang prabhu. Sang brahmana akaron lawan Dalem, kapwa mungwing padati. Kiyai Panulisan anggayut, kering ing punggawa, tanda mantri kabeh, prapta pwa ring we unda, angook ikang bangawan, kandheg punang padati. Ujar sang Pandhya, "Angapa kaki arya kandhaking wan?" Ling Dalem, "Angabek ikang bangawan tan wenang linakwan." Kaki arya tan weruh ring gelaring aswasiksisa. Neher sira atanya ri sang Pandhya, saksana…

Ilustrasi dari naskah

Para pengiring segera memasang jala dan jaring. Banyak ikan yang diperoleh, dan para pemburu pun mendapatkan banyak buruan, karena binatang-binatang itu dihadirkan oleh kekuatan Sang Pendeta. Sang Raja menjadi sangat senang.

Setelah itu semuanya kembali ke tempat peristirahatan. Sang Pendeta kembali ke tempat beliau sebelumnya, yakni bekas parhyangan Empu Kuturan.

Tidak diceritakan apa yang terjadi pada malam hari. Keesokan paginya Sang Raja kembali menuju Gelgel. Para punggawa dan tanda mantri seluruhnya mengikuti dari belakang Sang Prabhu. Sang Brahmana (Sang Pendeta) dan Sang Raja duduk bersama di atas kereta kerajaan. Kiyai Panulisan yang mengemudikan kereta itu, diiringi para punggawa dan tanda mantri.

Setibanya di Sungai Unda, airnya sedang meluap, sehingga perjalanan terhenti. Mengetahui hal itu Sang Pendeta bersabda:

“Mengapa Ki Arya berhenti di tengah jalan?”

Sang Raja menjawab: “Air sungai sedang banjir dan tidak dapat diseberangi.”

Tampaknya Ki Arya belum mengetahui ajaran Aswasiksisā.
Kemudian beliau bertanya kepada Sang Pendeta, dan seketika Sang Pendeta pun mengajarkan ajaran Aswasiksisā kepadanya

Ilustrasi dari naskah

Cari dalam Dwijendra Tattwa

Ketik sedikitnya 2 huruf.