KAWI SASTRA MANDALAPUSTAKA DIGITAL · ALIH BAHASAKoleksi Alih Bahasa ↗
SASTRA KAWI · ALIH BAHASA

Geguritan Sucita I

Jenék Ring Meru Sarira: alih bahasa dan kajian arti karya Ida Ketut Djelantik.

Alih bahasa dan ulasan IB Anom Putra dan IBM Jaya Martha

Mulai membaca →
Sampul Geguritan Sucita I
TerbukaAkses bacaan
99Bagian bacaan
IndonesiaBahasa bacaan

Buku yang mengikuti cara Anda membaca

Pilih bagian melalui daftar isi atau cari kata dalam buku. Ukuran huruf, tema, dan posisi baca tersimpan di browser perangkat ini.

Versi web mengikuti bab dan paragraf naskah; nomor halaman cetak tidak digunakan. Seluruh isi terbuka untuk dibaca.

Jelajahi isi buku

Identitas bukuKATA PENGANTARUcapan Terima KasihIDA KETUT DJELANTIKPENDAHULUAN1. Gunung Meru Tersembunyi dalam Diri2. Energi Sabda yang Disucikan3. Gerbang Kata sebagai Jembatan Jiwa4. Utama dalam Kerendahan Hati Penulis5. Ruang Desa Dibangun oleh Kesadaran6. Intisari Keahlian dan Kesadaran7. Tata Keindahan Lahir dari Keteraturan8. Arti Doa yang Mengawal Kehidupan9. Nurani sebagai Pelita Awal Perjalanan10. Saudara dalam Persaudaraan Kesadaran11. Untaian Dialog dalam Keheningan12. Cahaya Bijak dalam Sikap Rendah Hati13. Ikhtiar Berguru dengan Ketekunan14. Tiba Saatnya Membawa Cahaya15. Arah Kebebasan Perlu Kesadaran16. Inti Kedewasaan17. Darma Tri Kaya sebagai Penjaga Diri18. Ajaran Tri Kaya sebagai Wajah Ketuhanan19. Keseimbangan dalam Laku Kehidupan20. Etika Mengendalikan Hasrat21. Tegas Menjaga Batas Kehormatan22. Ujian Keinginan23. Terselubungnya Racun yang Tak Terlihat24. Disiplin dalam Rumah Tangga25. Jeli Membaca Sebelum Melangkah26. Ensiklopedia Tubuh sebagai Pelinggih27. Laku Mengendalikan Diri28. Adhyatma: Menyucikan Diri29. Nafsu Saat Sadripu Menguasai30. Terang Pelita di Dalam Diri31. Ikatan Sekala dan Niskala32. Kesadaran antara Gerak dan Hening33. Gerak Etika sebagai Cermin Batin34. Entitas Menuju yang Tak Terlihat35. Raut Bahasa sebagai Wajah Kepribadian36. Irama Halus Sabda Keunggulan Sejati37. Anugerah dan Nada Sumbang Kehidupan38. Kaca Sabda sebagai Cermin Jiwa39. Ego Suara Keras Kehilangan Makna40. Menyatu dari Diri Menuju Semesta41. Embun Kasih Sejak Dini42. Napas Hidup sebagai Persembahan43. Upaya Mengendalikan Indria44. Heningnya Jalan Sesuai Kekuatan Diri45. Tulus dalam Kesucian Rumah Tangga46. Amanah Keindahan yang Dijaga47. Niskala Keheningan yang Melampaui48. Garis-Garis Jalan, Satu Tujuan49. Evaluasi Kematangan Sebelum Memulai50. Bijaksana dalam Catur Warga51. Bhakti Catur Warga sebagai Kompas52. Aturan Urutan Benar dalam Catur Warga53. Nyata Kembali kepada Kesucian Diri54. Jalan Kebebasan di Tengah Suka Duka55.Antara Ajaran dan Kesadaran Pribadi56. Renungan Ujian Terakhir Indria57. Takluk Pesona yang Menguji Kesadaran58. Etika Menikah dalam Kebijaksanaan59. Garis Kesadaran Sebelum Melangkah60. Empati Hidup Selaras dengan Sastra61. Hubungan Tanpa Dharma Mudah Retak62. Arah Rumah Tangga63. Inti Tirta Yatra adalah Perjalanan Batin64. Bertemu dalam Kejernihan65. Momen Saat Hati Bergetar66. Jalinan Keindahan yang Menggetarkan67. Adil dalam Keindahan68. Yakin pada Pertemuan Dua Kesadaran69. Alami Keindahan Kosmis70. Mencari Bunga Mekar di Jalan Dharma71. Antara Jatuh dan Bangkit72. Rawat Kehormatan dalam Pertemuan73. Tamatkan dengan Martabat74. Hikmah Ketulusan Tanpa Paksaan75. Arti Rindu yang Dijaga76. Gerbang Kematian dan Api Pengetahuan77. Rumah sebagai Ruang Dharma78. Ingat akan Ketulusan79. Akumulasi Rasa yang Mengendap80. Ketulusan yang Tidak Memaksa81. Ekspresi Cinta dalam Dharma82. Rangkaian Karma dan Pilihan83. Anugrah Hati Mendengar Lebih Dalam84. Matangkan Wiweka Sebelum Melangkah85. Anggun Kepatutan sebagai Singgasana86. Setia pada Uger-Uger87. Bijak Menunda demi Martabat88. Aksara yang Mengalahkan Angkara89. Nurani Pengakuan dan Kerendahan Hati90. Jiwa Penuh Kesungguhan91. Arahkan Cinta Kembali pada Dharma92. Remuk Hati Menyisakan HeningEPILOGDAFTAR PUSTAKA

Cari dalam Geguritan Sucita I

Ketik sedikitnya 2 huruf.