Sangksepanya, haywa Sang Sadhaka lumekasa kreta diksittha, molagih yowana, mwang lagi yowana nak bi nira, haywa lumekas. Kreta diksittha, mon strinika, durung maren raja swala, yan sampun telas matua kalih, lumekasa sira numakena, nahan hinghaning wayah nira, lumaksana kreta diksittha.
Ri huwusning prapta wayah Sang Sadhaka, hapenep kang ta huning tuwuh nira, irika ta sira lumekasa kreta diksittha.

Ringkasnya, janganlah Sang Sadhaka melaksanakan kreta diksittha apabila ia masih berada pada masa muda, terlebih lagi bila anak-anaknya pun masih muda; dalam keadaan demikian ia tidak patut melaksanakannya.
Adapun mengenai kreta diksittha bagi perempuan, selama ia masih mengalami raja swala (masa haid), maka ia belum diperkenankan melaksanakannya. Apabila ia telah benar-benar matang dan lanjut usia, barulah ia boleh melaksanakannya. Demikianlah batasan usia yang ditetapkan untuk pelaksanaan kreta diksittha.
Setelah tiba waktunya bagi Sang Sadhaka, yakni ketika usia hidupnya telah genap dan matang sepenuhnya, pada saat itulah ia diperkenankan dan layak untuk melaksanakan kreta diksittha.
