SASTRA KAWI · ALIH BAHASA
Sanghyang Siwa Sasana
Alih bahasa tuntunan kesadhakaan, tata krama, guru, dan tanggung jawab menjaga dharma.
Alih bahasa dan ulasan IBM Jaya Martha
Mulai membaca →Lanjutkan bacaan
TerbukaAkses bacaan
53Bagian bacaan
IndonesiaBahasa bacaan
Buku yang mengikuti cara Anda membaca
Pilih bagian melalui daftar isi atau cari kata dalam buku. Ukuran huruf, tema, dan posisi baca tersimpan di browser perangkat ini.
Versi web mengikuti bab dan paragraf naskah; nomor halaman cetak tidak digunakan. Seluruh isi terbuka untuk dibaca.
Jelajahi isi buku
Identitas bukuKata Pengantar1b. Sanghyang Siwa Sasana Landasan Ajaran Kesadhakaan2a. Ajaran Penjagaan Dharma dan Keteguhan Brata Sadhaka2b. Norma Kelayakan Guru dan Bahaya Otoritas Prematur3a. Guru Ideal dalam Perspektif Weda dan Siwa Sasana3b. Hakikat Diksa, Wiku, dan Tingkatan Kesucian Rohani4a. Yatna Memilih Guru: Etika dan Tanggung Jawab Sisya4b. Akibat Diksa yang Sah dan Penyucian Dosa Manusia5a. Niscaya Kesucian Pandita sebagai Penjaga Dharma5b. Guru Palsu dan Ciri-Ciri Sadhaka Muda yang Tidak Layak6a. Sumber Kerusakan Dharma akibat Kebodohan Spiritual6b. Implikasi dari Duryasa dan Penyimpangan Brata7a. Waspada terhadap Sadhaka Duryasa dan Guru Menyesatkan7b. Ajaran Kematangan Spiritual sebelum Menjadi Guru8a. Seleksi Diri dan Pengujian Kelayakan Sadhaka8b. Asketisme, Tri Kaya Paramartha, dan Disiplin Batin9a. Struktur Tri Kaya sebagai Fondasi Perilaku Pandita9b. Aktualisasi Tri Kaya dalam Kehidupan Sehari-hari10a. Nilai Swadhyaya, Yajna, dan Keteladanan Sadhaka10b. Adanya Larangan Kekerasan Verbal11a. Integritas Batin sebagai Ciri Pandita Utama11b. Disiplin Diri dan Larangan Tergesa dalam Ritual12a. Aturan Usia dan Kematangan dalam Krta Diksita12b. Batasan Gender dan Waktu dalam Pelaksanaan Diksa13a. Atribut, Upakara, dan Perlengkapan Siwa Sadhana13b. Guru dan Sisya: Seleksi Moral dan Spiritual14a. Ukuran Kelayakan Sisya dalam Tradisi Siwa Siddhanta14b. Sisya yang Dilarang Diksa dan Konsekuensi Sosialnya15a. Manusia Cuntaka dan Patita dalam Perspektif Sasana15b. Aktivitas Cemar dan Dampaknya terhadap Kesucian16a. Dharma Sosial, Profesi, dan Kategori Caṇḍāla16b. Eksklusi Ritual dan Etika Pekerjaan Tradisional17a. Jadma Mahaduḥkha dan Konsep Ketidaksempurnaan17b. Akibat Diksa yang Salah dan Larangan Pelanggaran Guru18a. Yogya dan Tidak Yogya dalam Status Kesadhakaan18b. Aturan Sangha dan Otoritas Para Dhangupadhyaya19a. Mekanisme Hukuman Sosial dan Spiritual19b. Akibat Dwainiti dan Perlindungan Dharma Guru20a. Relasi Guru–Sisya dan Tanggung Jawab Moral20b. Titik Bahaya: Krodha, Lobha, dan Penyalahgunaan Kuasa21a. Hirarki Kesalahan Guru terhadap Sisya21b. Gurudharma dalam Membina Sisya22a. Rambu-Rambu Menegur dan Mengoreksi Sisya22b. Integritas dalam Menghadapi Tuduhan23a. Akibat Sumpah dan Mekanisme Penyucian23b. Batas Devasraya dan Proses Penyucian atas Tuduhan24a. Adharma Fitnah terhadap Pandita dan Konsekuensi Karmanya24b. Norma Penanganan Upawada terhadap Sadhaka25a. Jatuhnya Pelaku Fitnah dalam Hukum Dharma25b. Akhir Ajaran Tata Krama Sadhaka dan Etika Sosial26a. Refleksi Keteguhan Brata sebagai Penutup Siwa SasanaPENUTUP