KAWI SASTRA MANDALAPUSTAKA DIGITAL · SERIAL MAHABHARATAPustaka Baca ↗
BAGIAN 27 / 102 · ± 1 MENIT BACA

Chaitraratha Parva

Dengarkan bagian iniSuara bahasa Indonesia dari perangkat Anda

Perjalanan Pandawa & Kisah Keturunan Kuru

Bagian CLXVII

Waisampayana berkata: Setelah itu penduduk kembali ke rumah masing-masing, dan para Pandawa tetap tinggal di Ekachakra seperti sebelumnya.

Janamejaya bertanya, “Wahai brahmana, apa yang dilakukan para Pandawa, para harimau di antara manusia itu, setelah membunuh raksasa Vaka?”

Waisampayana menjawab: Setelah membunuh Vaka, para Pandawa tetap tinggal di rumah brahmana itu sambil mempelajari Weda. Beberapa hari kemudian datanglah seorang brahmana tamu yang tekun bertapa. Tuan rumah mereka menyambutnya dengan hormat dan memberi tempat tinggal. Para Pandawa bersama Kunti lalu memintanya menceritakan perjalanan dan pengalaman yang pernah dilihatnya. Brahmana itu pun berkisah tentang banyak negeri, tempat suci, sungai-sungai keramat, raja-raja, kota-kota indah, serta peristiwa-peristiwa menakjubkan. Setelah itu ia menceritakan pula sayembara putri Yajnasena, kelahiran Dhrishtadyumna dan Sikhandi, serta kelahiran Krishna—yakni Draupadi—yang muncul dari api pengorbanan Drupada.

Mendengar kisah itu, para Pandawa sangat tertarik. Mereka berkata, “Wahai brahmana, bagaimana Dhrishtadyumna lahir dari api kurban? Bagaimana Krishna muncul dari altar korban? Bagaimana putra Drupada belajar ilmu senjata dari Drona? Dan mengapa persahabatan Drona dan Drupada sampai terputus?”

Waisampayana berkata: Ditanya demikian, brahmana itu pun mulai menceritakan kisah kelahiran Draupadi.

Cari dalam Adi Parwa III

Ketik sedikitnya 2 huruf.