KAWI SASTRA MANDALAPUSTAKA DIGITAL · ALIH BAHASAKoleksi Alih Bahasa ↗
BAGIAN 108 / 170 · ± 1 MENIT BACA

Wirama Sronca — 104. Atma Duduk Bersila

104. Atma Duduk Bersila

Wwanten śilātala angkĕn kalasa,
Rika ta sang atma aśila,
Kaleka dhateng bhūtakāla,
Ghurṇita swaranya ati bhīṣaṇa.

Alih Bahasa
Di sana ada batu datar bagaikan tikar. Sang atma duduk bersila di tempat itu. Tidak lama kemudian datanglah bhūtakāla dengan suara gemuruh yang sangat menakutkan.

Ulasan
Batu datar yang semula tampak sebagai tempat duduk tenang segera berubah menjadi arena ujian. Sang atma duduk bersila, menunjukkan sikap siap, terpusat, dan tertib. Namun kedatangan bhūtakāla dengan suara mengerikan menguji ketenangan itu. Peristiwa ini menggambarkan bagaimana dalam keadaan meditatif pun gangguan dapat muncul. Suara gemuruh melambangkan tekanan dari kekuatan kasar yang belum tersucikan. Sang atma harus menghadapi ancaman ini bukan dengan lari semata, tetapi dengan tutur, pengetahuan, dan kemampuan mengarahkan bhūta kepada persembahan yang sudah disediakan. Ketenangan batin menjadi landasan menghadapi suara menakutkan.

Cari dalam Kakawin Aji Palayon

Ketik sedikitnya 2 huruf.