1. Inti Samadhi Atma
Trus dumbul ri tawang sawang waringin aśweta makandĕl tawang,
Sang atma sukuning kukus upama manghĕb tulya tunggal dhyāna,
Jñāna weṣa minuṣṭi yoganing agĕng dharmeka nitya pagĕh,
Sang sākṣāt sarining samādhi tĕmahaning trayeka tunggal parok.
Alih Bahasa
Mengepul tinggi di angkasa, tampak seperti beringin putih yang memenuhi langit. Sang atma bagaikan kaki kabut tebal, seperti orang yang memusatkan pikiran dalam satu dhyāna. Pengetahuan menjadi busananya, ia teguh dalam yoga agung dan dharma yang senantiasa kokoh. Ia seakan menjadi inti samādhi, tempat bersatunya tiga hal menjadi satu yang halus dan luhur.
Ulasan
Gambaran sang atma dalam bait ini sangat tinggi dan meditatif. Setelah melewati perjalanan panjang, ia tidak lagi digambarkan sebagai roh yang takut, melainkan sebagai kesadaran yang tenang dan bercahaya. Beringin putih di angkasa memberi kesan perlindungan, kesucian, dan keluasan. Kabut tebal yang menyatu dengan dhyāna menunjukkan keadaan batin yang tidak tercerai-berai. Jñāna, yoga, dharma, dan samādhi menjadi ciri utama atma yang telah matang. Bait ini menegaskan bahwa perjalanan palayon berujung pada pemusatan kesadaran, bukan hanya perpindahan tempat dari dunia ke surga.