109. Nadah Bubur Pirata
Bubur pirata sang Bawal nampi,
Sekarura ri sang Mrajasela,
Sega tumpeng sang Bhadmo tinanggap,
Iwak itik madya sang Jigrug nanggap.
Alih Bahasa
Bubur pirata diterima oleh Sang Bawal. Sekarura dipersembahkan kepada Sang Mrajasela. Nasi tumpeng diterima oleh Sang Bhadmo. Daging itik dan sajian madya diterima oleh Sang Jigrug.
Ulasan
Pembagian sesaji kepada masing-masing makhluk menunjukkan bahwa upacara memiliki tata yang terperinci. Setiap bhūta mendapatkan bagian tertentu, bukan secara sembarangan. Bubur, sekarura, tumpeng, dan itik menjadi bahasa simbolik untuk menata hubungan dengan kekuatan kasar. Dengan mengetahui siapa menerima apa, sang atma menunjukkan pengetahuan ritual yang tepat. Bait ini menegaskan bahwa kekacauan dapat diredakan melalui keteraturan persembahan. Pada tingkat sosial, ini juga mengajarkan bahwa setiap unsur kehidupan memiliki bagian dan tempat. Jika bagian itu diberikan dengan benar, potensi gangguan berubah menjadi keseimbangan.