132. Iring-Iringan Permata
Para carikan ikaneng mukhya tunggul wawanya,
Suta Magadha kabehnya ghūrṇita slur swaranya,
Saupacāranikang hyang sarwa ratnanya muncar,
Dāsa-dāsī kamininya neng wugat lwir wahadri.
Alih Bahasa
Para pelayan utama berada di depan membawa tunggul. Anak-anak Magadha semuanya bersuara riuh. Segala upacara dewata memancarkan cahaya permata. Para pelayan laki-laki dan perempuan yang berada di belakang tampak panjang berbaris bagaikan aliran gunung.
Ulasan
Tata penyambutan semakin jelas dengan adanya barisan pelayan, pembawa tunggul, anak-anak Magadha, dan perlengkapan bercahaya. Alam dewa digambarkan memiliki susunan upacara yang agung seperti kerajaan suci. Barisan panjang para pelayan menunjukkan kebesaran penyambutan. Permata yang memancar menandakan bahwa semua sarana di sana memiliki kualitas ilahi. Bait ini memperlihatkan bahwa kedatangan sang atma bukan peristiwa kecil. Ia disambut dalam tatanan yang lengkap, seolah seorang tamu mulia memasuki istana dewa. Penghormatan tersebut menjadi buah dari kesucian dan dharma yang dibawanya.