80. Menurut Tutur Atma
Mangkana ujar sang warātma,
Ri sang wuhaya mighne,
Molah wugat sang wuhaya mangke,
Lwir amatih wuwus sang atma.
Alih Bahasa
Demikian kata sang atma kepada buaya yang membahayakan. Buaya itu pun diam dan menurut, seolah-olah tunduk kepada ucapan sang atma.
Ulasan
Ucapan yang benar membawa perubahan pada buaya. Ancaman yang tadinya bergerak menyerang menjadi tenang dan patuh. Bait ini menekankan daya wuwus, kata-kata yang lahir dari pengetahuan dan ketenangan. Sang atma tidak panik setelah menghindar, tetapi menyampaikan tutur yang tepat. Kekuatan bahasa dalam kakawin ini bukan sekadar retorika, melainkan sarana mengatur hubungan niskala. Pengetahuan tentang saudara halus, ari-ari, dan asal-usul tubuh membuat sang atma mampu menundukkan rintangan. Di sini tampak bahwa kebijaksanaan lebih kuat daripada kekerasan, terutama dalam dunia rohani.