KAWI SASTRA MANDALAPUSTAKA DIGITAL · ALIH BAHASAKoleksi Alih Bahasa ↗
BAGIAN 68 / 170 · ± 1 MENIT BACA

Wirama Sardhula Wikridita — 65. Leluhur Air dan Sawah

65. Leluhur Air dan Sawah

Sang Hyang Gangga namanta yan ri gahana lwah mwang sakalwir nika,
Tatkalanta haneng talun pasawahan Hyang Sri haran jong tuhan,
Jong Dewi agawe ikang sahananing morip tatar niṣphala,
Ah ah ah wara Dewati asama lingganta ing jagat gung alit.

Alih Bahasa
Sang Hyang Gangga nama-Mu ketika berada pada sungai dan segala yang sejenisnya. Ketika berada di ladang dan persawahan, Engkau bernama Hyang Sri. Paduka Dewi membuat segala yang hidup tidak sia-sia. Duhai Dewati mulia, Engkau berstana di jagat besar dan kecil.

Ulasan
Penghormatan kepada Dewi sebagai Gangga dan Sri menegaskan kesatuan air, kesuburan, dan kehidupan. Sungai memberi aliran, sawah memberi makanan, dan keduanya menjadi dasar hidup manusia. Sang atma menyadari bahwa yang ilahi tidak hanya hadir dalam pura dan kuburan, tetapi juga dalam sungai, ladang, dan tubuh alam. Ungkapan jagat besar dan kecil menghubungkan buana agung dengan buana alit. Bait ini mengajarkan bahwa kehidupan manusia ditopang oleh kehadiran dewi dalam segala lapisan. Karena itu, menghormati alam sama artinya menghormati sumber kehidupan.

Cari dalam Kakawin Aji Palayon

Ketik sedikitnya 2 huruf.