21. Sarana Orang Kesurupan
Wanten wwang carma māyā nipis,
Sira kinawesana de sang atma,
Hati lupa wwang ika mangke,
Hasta sukunya prakampita.
Alih Bahasa
Ada seseorang yang tenaganya lemah dan lapisan batinnya tipis. Ia dimasuki oleh sang atma. Kesadarannya terlena, tangan dan kakinya gemetar.
Ulasan
Peristiwa kesurupan digambarkan sebagai cara sang atma memperoleh penghubung. Orang yang “tipis” atau lemah daya tubuh-batinnya menjadi medium karena lebih mudah dimasuki. Dalam pemahaman tradisional, kondisi seperti ini memungkinkan pesan dari alam halus tersampaikan kepada keluarga. Tangan dan kaki yang gemetar menunjukkan perubahan keadaan jasmani akibat pengaruh atma. Bait ini tidak hanya mengisahkan kejadian gaib, tetapi juga memperlihatkan kebutuhan komunikasi dalam masa perpisahan. Sang atma belum selesai menyampaikan isi hati, sehingga mencari celah melalui seseorang yang dapat menjadi perantara antara dua alam.