135. Sambutan Karena Dharma
Sahanan ikang hyang mangsa nongsong ring atma,
Wra mudita mojar dhuh kita atman aja wri,
Madana kita hana ng kon hyang manongsong kita tah,
Apan apana kitang satya sukīrtinta dharma.
Alih Bahasa
Semua dewa mendekat menyongsong sang atma. Dengan penuh kegembiraan mereka berkata, “Wahai sang atma, jangan takut. Para dewa memang diperintahkan untuk menyongsongmu, sebab engkau setia, berbudi luhur, dan dharmamu termasyhur baik.”
Ulasan
Ucapan para dewa menghapus sisa ketakutan sang atma. Ia diberitahu bahwa penyambutan itu bukan kebetulan, melainkan perintah ilahi karena kualitas dharmanya. Kesetiaan dan budi luhur menjadi alasan utama ia dihormati. Bait ini menegaskan ajaran karma: bukan pengetahuan ritual semata yang mengantar atma menuju kemuliaan, tetapi juga laku hidup yang baik. Dharma yang dijalankan di dunia menghasilkan sukīrti, nama baik yang bersinar di alam lain. Pesan moralnya jelas: kehidupan sehari-hari, sikap setia, dan perilaku luhur menjadi bekal nyata saat seseorang meninggalkan badan.